Rabu, 23 November 2022

Produk Aspal Yang Paling Sering Digunakan

Jimy Karto - Berbagai material umum digunakan dalam pembuatan jalan raya. Salah satunya adalah aspal. Secara umum, aspal adalah bahan yang ramah lingkungan, dan bahan pendukung geotekstil jenis non-woven dan woven digunakan untuk tujuan tertentu. Bitumen terutama digunakan dalam konstruksi jalan seperti layaknya aspal hotmix.


Merupakan senyawa kimia hidrokarbon, belerang, oksigen dan panas yang terbentuk melalui proses produksi dan pemurnian minyak. Saat ini banyak orang yang menggunakan ini sebagai bahan campuran, jadi tidak hanya aspal murni. Aspal hotmix menjadi yang palign sering digunakan pada konstruksi jalan raya dan jalan tol di Indonesia saat ini.


Mengetahui karakteristik bahan aspal


jenis-jenis aspal


Tergantung pada jenisnya, konstruksi aspal dikenal fleksibel dan elastis. Sebaliknya, jika Anda menggunakan semen atau beton, itu disebut lantai keras.

Hal ini dikarenakan aspal memiliki titik leleh yang stabil namun memiliki titik leleh yang rendah. Dalam hal ini, berarti aspal bisa diatur panasnya agar cepat meleleh saat pembuatan jalan.


Pada saat yang sama, bitumen memiliki titik leleh rendah yang tidak memungkinkan jalan yang keras untuk meleleh kembali atau berubah bentuk karena panas. Sistem ini menjadikan aspal sebagai bahan yang paling efisien untuk perkerasan jalan.


Aspal berfungsi sebagai pengikat


Bitumen berfungsi sebagai bahan pengikat yang menutupi permukaan tanah dengan mencampurkan fraksi-fraksi agregat dengan ukuran tertentu. Dalam prakteknya, aspal mengikat setiap fraksi agregat menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari perkerasan.


Saat bitumen digunakan sebagai bahan pengikat Ia akan mendominasi jalan karena dapat meleleh pada suhu tertentu.


Jenis aspal yang banyak digunakan di Indonesia


Berbagai jenis aspal digunakan di Indonesia. Beberapa dari jenis ini adalah barang berkualitas sangat tinggi. Aspal mana yang paling banyak digunakan di sini?


Aspal Alam


Natural Asphalt adalah aspal asli langsung dari sumber materialnya. Ada yang berasal dari pegunungan, ada juga danau. Ketika aspal alam digunakan sendiri, maka harus ditambang terlebih dahulu dan kemudian dicampur dengan minyak lunak.


Ada dua jenis tar alami:


Gunung Aspal


Aspal jenis ini banyak ditemukan di Indonesia berupa batu-batuan dengan kadar aspal 12% - 35% dari total volume. Lokasi material aspal ini berada di Pulau Buton, dimana gunung aspal tersebut dikenal dengan nama Esbuton.


Aspal Danau


Aspal yang berasal dari danau ditemukan di Trinidad dan kepulauan Venezuela. Karena aspal danau mengandung mineral dan bahan kimia lainnya, ia memiliki permeabilitas yang rendah dan titik lembek yang relatif tinggi.


Oleh karena itu, bitumen biasanya dicampur dengan bitumen keras hingga tingkat penetrasi yang sesuai.


Aspal Buatan


Aspal sintetik adalah aspal yang diperoleh dengan memurnikan minyak mentah menjadi bitumen. Bitumen adalah produk sampingan dari penyulingan minyak mentah. Minyak mentah sendiri merupakan gabungan dari karbohidrat. Barang penting yang diperoleh dari minyak anom merupakan minyak bumi, solar, bensin beroktan besar, & gas.


Ketika bahan bakar ini disuling dari minyak mentah, masih mengandung tar. Sedangkan proses penghilangan pengotor dari aspal menghasilkan aspal murni. Ada tiga jenis aspal sintetik sebagai berikut:


Aspal Sumur


Aspal cair ini diperoleh dengan cara melarutkan aspal padat dengan minyak melalui proses distilasi. Aspal dapat dilakukan sampai batas tertentu jika diperlukan.


Aspal cair dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu aspal cair pengerasan cepat dan pelepasan pelarut cepat, aspal cair keras sedang tanpa kenaikan pelarut cepat, dan aspal cair lambat. pelarut.


Aspal keras


Tanah liat jenis ini merupakan hasil residu dari proses penyulingan sederhana dari fraksi ringan yang mengandung minyak. Residu ini berasal dari distilasi vakum pada suhu 480oC atau sebaliknya tergantung sumber minyak yang digunakan.


Aspal emulsi


Aspal adalah jenis aspal yang berasal dari proses emulsi aspal kering, yaitu proses pemisahan dan pendispersian partikel aspal kering dalam air yang mengandung emulsifier.


Jenis emulsifier yang digunakan tergantung pada jenis dan kecepatan pengikat aspal emulsi yang dihasilkan.


Hasilnya, ada tiga jenis aspal emulsi: aspal emulsi nonionik (netral), aspal emulsi kationik (memiliki ion positif), dan aspal pengemulsi anionik (memiliki ion negatif).


Aspal Modifikasi


Aspal modifikasi adalah aspal yang dicampur dengan aditif. Aditif yang paling sering digunakan adalah polimer. Penambahan bahan polimer pada aspal digunakan untuk memperbaiki sifat fisik dan sifat reologi campuran aspal. Aspal tersebut dibagi menjadi dua jenis berikut:


Asphalt polymer plastomer


Jenis polimer elastomer yang banyak digunakan adalah EVA (etilena vinil asetat), polietilen, dan polipropilena.


Aspal elastomer


Aspal ini banyak digunakan untuk aspal keras karena dapat meningkatkan sifat reologi aspal meliputi penetrasi, viskositas, titik lembek dan elastisitas aspal keras.


Ragam polymer pada umumnya difungsikan kepada aspal itu adalah SBS (Styrene Butadiene Sterene), SBR (Styrene Butadiene Rubber), SIS (Styrene Isoprene Styrene). Penaikan tersebut dilaksanakan melewati percobaan laboratorium untuk menghindari akibat negative kepada muatan aspal.


Beberapa detail aspal yang biasa digunakan untuk aspal jalan, khususnya jalan raya. Semoga bermanfaat!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar